BERBAGI
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Nomor Urut 1 Lukas Enembe, SIP.MH dan Klemen Tinal, SE.MM.

JAYAPURA – Setelah deklarasi  kampanye Pilkada damai,  Paslon Gubernur Papua dan Wakil  Gubernur Papua periode 2018-2023 Lukas Enembe, SIP, MH  dan Klemen Tinal, SE, MM (LUKMEN) bakal menggelar kampanye  perdana  yang dipusatkan  di Sentani  pada 1 Maret 2018 mendatang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat  Papua  Ricky Ham Pahawak di  Jayapura, Sabtu (24/2).

Ia mengatakan, kampanye perdana LUKMEN bakal dihadiri Ketua Umum  DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, yang diagendakan menyampaikan orasi bagi Paslon  LUKMEN.

Kegiatan ini juga dihadiri   massa pendukung dan simpatisan dari wilayah adat Mamta, meliputi Kabupaten Jayapura, Kota  Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Menurut Ham Pagawak,  ia yakin dan  percaya bahwa  pada  pelaksanaan Pilkada Serentak di Papua pada 27 Juni 2018,  masyarakat akan memilih  Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, terpilih karena pengaruh prestasi yang benar-benar sudah dibuatnya, selain karena unsur adat.

“Jadi seperti  saya incumbent dan juga  Gubernur, apa yang kami sudah buat menjadi ukuran masyarakat  untuk menilai, termasuk di Mamberamo Tengah. Apalagi dalam posisi calon tunggal jadi saya tak terlalu meragukan dan masyarakat pasti akan pilih 100 persen. Kami didukung penuh oleh masyarakat dan juga Gereja  dan kelompok masyarakat yang lain,” ujarnya.

Dikatakan, masyarakat Mamberamo Tengah akan dihadapkan dengan dua pilihan, yakni memilih Bupati Mamberamo tengah dan dia juga memilih calon Gubernur.

“Jadi dalam posisi itu  ya masyarakat sendiri untuk Gubernur mereka sudah punya pilihan.  Itu sudah jelas istilahnya itu sudah satu paket. Jadi kalau mereka pilih Bupatinya saya berarti Gubernur sudah jelas itu pasti  tak ada orang lain lagi,” terangnya.

Menurutnya, Paslon Bupati  dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH, MSi   dan Yonas Kenelak, S.Sos direncanakan menggelar kampanye perdana di Kelila pada Senin (26/2) mendatang, sekaligus membuka Sidang Klasis

“Kita akan peragakan cara mencoblos,   tapi sebagian  besar masyarakat sudah  tahu disana rata-rata masih pakai sistem Noken. Jadi dua Noken digantung dong sudah tahu.  Tapi bisa jadi cuma satu Noken,  karena mereka tak mau masalah.

Dijelaskan,  pihaknya sudah kerja sudah hampir lima tahun apa yang  menjadi keinginan masyarakat sudah dibuat. “Jadi saya   tak terlalu ragu  untuk saya  dan Wabup mungkin di tempat lain beda, karena lebih dari satu kandidat,”ujar dia.  (mdc)